BRMP Jawa Barat Kembangkan Inovasi Bibit Kentang Berbasis Kultur Jaringan
Lembang – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat melaksanakan persiapan media tanam untuk aklimatisasi bibit kentang hasil kultur jaringan di Lembang, Selasa (14/7). Media tanam disiapkan menggunakan campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1, kemudian disterilkan selama delapan jam pada suhu 121°C. Setelah itu, media diberi larutan pupuk NPK dan Ultradap serta didiamkan semalam sebelum digunakan dalam proses aklimatisasi.
Sebanyak sekitar 15.000 stek kentang dari tiga varietas, yaitu Penturi, Median, dan Biogranola, dipersiapkan untuk menjalani proses aklimatisasi. Bibit akan disungkup selama 10–15 hari hingga mampu beradaptasi dengan lingkungan luar sebelum memasuki tahap penyetekan. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Andalas, dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sebagai sarana pembelajaran mengenai teknologi perbanyakan benih kentang berbasis kultur jaringan.
Melalui rangkaian persiapan ini, BRMP Jawa Barat memperkenalkan inovasi penanaman kentang menggunakan stek hasil kultur jaringan secara langsung tanpa melalui tahapan umbi G-0. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif budidaya yang lebih efisien, meningkatkan ketersediaan bibit berkualitas, serta memberikan manfaat bagi petani dalam pengembangan budidaya kentang yang berkelanjutan.